Selasa, 19 Januari 2016

Perekonomian "Terencana" tanpa wacana



Semua orang tentu ingin Perekonomian terencana bukan? Ya, banyak hal yang perlu kita lakukan untuk mencapai rencana tersebut salah satunya melalui koperasi. Perlu diketahui bahwa koperasi merupakan salah satu pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia yang mencerminkan kemajuan ekonomi ke arah yang lebih baik. Mungkinkah ekonomi yang direncanakan bisa terlaksana? Atau hanya wacana? Bagaimanah cara agar perekonomian tersebut dapat terencana dengan baik untuk masa yang akan datang? Nah, Koperasi Pegawai Duta Wacana solusinya. Karena Koperasi ini bukan memberi wacana melainkan membantu memberikan kesempatan bagi anggota koperasi untuk menata perekonomian yang telah terencana agar dapat terlaksana yang bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya. Koperasi dapat dikategorikan kedalam beberapa kelompok berdasarkan jenis dan bentuknya. Dukungan dan partisipasi anggota menjadi salah satu tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu koperasi  dalam kegiatannya. Sehingga dapat terlihat seberapa jauh efektifitas, efisiensi, produktivitas dan pertumbuhan koperasi dalam persaingan pasar.

JENIS DAN BENTUK KOPERASI

Jenis Koperasi

Menurut PP No. 60 tahun 1959
a)Koperasi Desa
b)Koperasi Pertanian
c)Koperasi Peternakan
d)Koperasi Perikanan
e)Koperasi Kerajinan/Industri
f)Koperasi Simpan Pinjam
g)Koperasi Konsumsi

Menurut Teori Klasik
a)Koperasi pemakaian
b)Koperasi penghasil atau Koperasiproduksi
c)Koperasi Simpan Pinjam

Berdasarkan pengelompokan koperasi diatas menurut PP No. 60 tahun 1959 dan menurut teori klasik Koperasi Pegawai Duta Wacana dikategorikan sebagai koperasi simpan pinjam. Hal ini terlihat dari kegiatannya adalah simpan pinjam bagi anggota koperasi serta misi dari Koperasi pegawai Duta Wacana. 

Dilihat dari pendapatan yang diperoleh para anggota koperasi, koperasi pegawai duta wacana cukup memberikan perubahan  bagi anggota koperasi pegawai duta wacana. Tentu hal ini berdampak positif bagi kelangsungan dan kesejahteraan masyarakat khususnya pegawai yang sekaligus anggota koperasi pegawai duta wacana. 

Mengacu pada ketentuan penjenisan koperasi didasarkan pada Undang-Undang No.12 tahun 1967. Koperasi Pegawai Duta Wacana tergolong penjenisan koperasi yang didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas atau kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.


Bentuk Koperasi



Sesuai yang tercantum dalam PP No. 60 tahun 1959 bentuk koperasi diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
a)Koperasi Primer
b)Koperasi Pusat
c)Koperasi Gabungan
d)Koperasi Induk

Koperasi pegawai duta wacana termasuk ke dalam Koperasi yang berbentuk primer, yang mana koperasi primer merupakan Koperasi yang anggotanya terdiri dari orang seorang   yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang. Sama halnya dengan koperasi pegawai duta wacana yang terdiri dari atas masyarakat umum khusunya pegawai Universitas Kfisten Duta Wacana yang berdiri sejak tanggal 1 Agustus 1995 Hal ini berlandaskan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992.

PERMODALAN KOPERASI

Modal merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha Koperasi. Modal yang digunakan koperasi pegawai duta wacana merupakan sejumlah dana yang akan dialokasikan untuk usaha‑usaha yang akan dilakukan oleh koperasi pegawai duta wacana baik itu dalam bentuk modal jangka panjang maupun jangka pendek dengan rencana pembelanjaan yang konsisten berdasarkan azas‑azas koperasi dengan tetap memperhatikan undang-undang yang berlaku.

Sumber Modal

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 :
Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang diwajibkan kepada anggota untuk diserahkan kepada Koperasi pada waktu seseorang masuk menjadi anggota Koperasi tersebut dan jumlahnya sama untuk semua anggota
Simpanan Wajib adalah simpanan tertentu yang diwajibkan kepada anggota yangmembayarnya kepada Koperasi pada waktu-waktu tertentu.
Simpanan Sukarela adalah simpanan anggota atas dasar sukarela atau berdasarkan perjanjian-perjanjian atau peraturan–peraturan khusus.

Berdasarkan Undang-Undang  Nomor 25 tahun 1992 :
Modal sendiri(equity capital), bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, danacadangan, dan donasi atau hibah.
Modal pinjaman(debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembagakeuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.

Koperasi Pegawai duta wacana menerapkan struktur permodalan Berdasarkan Undang-undang nomor  12 Tahun 1967 dan Undang-Undang  Nomor 25 Tahun 1992. Adapun sumber‑sumber modal koperasi pegawai duta wacana berasal dari modal sendiri berupa simpanan anggota yang terdiri dari Simpanan pokok yang wajib di bayarkan pada saatmendaftar sebagai anggota sebesar Rp.100.000 Sedangkan simpanan wajib sebesar Rp. 5000 setiap bulan  dan dibayarkan sekaligus dalam tahun buku berjalan dan simpanan sukarela yang besarannya tidak ditentukan akan tetapi anggota mendapatkan bunga tabungan dan diperhitungkan pada SHU.

Distribusi Cadangan Koperasi

Pengertian dana cadangan menurut UU No. 25/1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

Sesuai Anggaran Dasar yang merujuk pada UU No. 12 tahun 1967 menentukan bahwa 25% Dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk Cadangan.Menurut UU No. 25 tahun 1992 SHU yang diusahakan oleh anggota dan yang diusahakan oleh bukan anggota, ditentukan30% dari SHU tersebut disisihkan untuk Cadangan.

Distribusi cadangan koperasi pegawai duta wacana mengacu pada Undang-undang nomor 25 tahun 1992 dan Undang-undang nomor 12 tahun 1967. Dimana cadangan koperasi tersebut digunakan untuk meningkatkan jumlah operating capital koperasi, memenuhi kebutuhan koperasi, kewajiban tertentu, perluasan usaha, serta sebagai jaminan untuk kemungkinan-kemungkinan rugi dikemudian hari.
 




EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA

Efek-efek ekonomis koperasi

Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah menjalin hubungan dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Yang mana akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, apakah menguntungkan penjual atau pembeli di luar koperasi.

Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan Koperasi. Kegiatan utama koperasi pegawai duta wacana yaitu simpan pinjam dimana kegiatan simpan pinjam tersebut sesuai dengan kebutuhan anggota koperasi. Serta adanya pelayanan yang mampu menawarkan keuntungan yang dapat diperoleh anggota dibandingkan dari pihak-pihak luar koperasi.

Koperasi pegawai duta wacana sangat melihat akan efek-efek ekonomis para anggota yang ditandai dengan  efisiensi anggota dalam menjaga kemanfaatan ekonomis pelayanan barang dan jasa. Hal ini terlihat dari pendapatan yang diperoleh setiap anggota yang mengacu pada Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota. Dengan begitu dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengevaluasi keberhasilan dari sisi efek ekonomis.

Efek harga dan efek biaya

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian yang berupa pelayanan barang dan jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, serta adanyapengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang maupun secara normatif. 

Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang  begitu dominan, Koperasi Pegawai duta wacana menetapkan  harga yang di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini untuk mengupayakan efisiensi dan efektifitas harga dalam penyediaan kebutuhan akan barang dan jasa.

Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi

Dalam badan usaha koperasi, Keuntungan bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanannya. Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. salah satu faktor yang menentukan  Keberhasilan koperasi adalah partisipasi anggota yang sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh  anggota tersebut.

Dilihat dari kerjasama yang dilakukan oleh Koperasi pegawai duta wacana dengan para anggotanya, hal ini mampu memberikan manfaat bagi anggota dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain itu dengan adanya peningkatan anggota koperasi  juga memberikan keuntungan bagi koperasi pegawai duta wacana hal ini membuktikan bahwa masyarakat khususnya pegawai universitas Kristen duta wacana percaya akan Koperasi pegawai duta wacana.

Penyajian dan analisis neraca pelayanan
Adanya  perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama munculnya tantangan-tantangan kompetitif  yang mengharuskan pihak koperasi dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap anggota koperasi yang sejatinya terus berjalan dan menyesuaikan dengan keadaan.

Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. 

Didasari oleh faktor diatas Koperasi pegawai duta wacana berusaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang mana perubahan kebutuhan tersebut akan  menentukan pola  kebutuhan anggota yang lebih besar dari pesaingnya hal ini akan terus berlangsung seiring dengan perubahan waktu. Sehingga koperasi pegawai duta wacana selalu berusaha untuk memperoleh informasi dari para anggota koperasinya.


EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

Efisiensi Perusahaan Koperasi

Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

Ukuran kemanfaatan ekonomis dihubungkan dengan efisiensi serta efektifitas dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya dengan input realisasi atau sesungguhnya. Apabila input realisasi lebih kecil dari pada input anggaran maka dapat disebut efisien. Dan apabila jika output realisasi lebih besar dari pada output anggaran disebut efektif. Sehingga dapat mencapai target output atas input yang disebut produktifitas.


Setiap badan usaha khususnya koperasi memiliki tolak ukur perhitungan dalam mencapai tingkat efisiensi dan efektifitas yang diharapkan. Koperasi Pegawai Duta Wacana selalu berupaya agar tercapainya efektifitas dan efisiensi kegiatan usahanya baik itu simpan pinjam mapun usaha toko yang diupayakan mampu memberikan pelayanan berupa penyediaan barang dan jasa.

Adapun penetapan target yang dilakukan oleh koperasi pegawai duta wacana yaitu anggota, mahasiswa dan warga kampus Universitas Kristen Duta wacana maupun masyarakat umum.  Baik barang ataupun jasa dikembangkan sejalan dengan kemampuan permodalan serta tingkat pasar ataupun pembeli. Sehingga dapat mencapai target koperasi yang produktif.

Analisis Laporan Koperasi

Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.

Koperasi Pegawai Duta Wacana salah satu koperasi yang cukup transparan dalam laporan keuangannya. Sehingga anggota koperasi dapat mengetahui serta memantau perkembangan keuangan atau kondisi keuangan koperasi apakah memperoleh laba atau rugi pada koperasi tersebut.   

KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
NERACA TOKO
PER 31 DESEMBER 2014


Aktiva  :





Kas






Kas Tunai

 Rp       16.747.000



Kas Bank

 Rp       60.990.923



Pindah KAS

 Rp       30.000.000







 Rp  107.737.923






Piutang  :





Unit

 Rp       17.440.100



Pulsa

 Rp         3.570.500



Karyawan

 Rp       29.855.870



Barang

 Rp       65.207.400

 Rp  116.073.870






Persediaan  :





Barang

 Rp       45.075.750



Pulsa

 Rp         1.276.650



Juice

 Rp            296.300

 Rp    46.648.700
Aktiva tetap





Etalase,almari
 Rp       10.341.006



Nilai susut

 Rp         2.585.252

 Rp      7.755.755











 Rp 278.216.248



Pasiva  :




1. 
Hutang Usaha


 Rp      7.938.215












3.
Modal Usaha


 Rp    38.766.600






4.
R/L tahun Berjalan

 Rp  231.511.433

















 Rp 278.216.248

Yogyakarta, 13   Maret  2015


1
Ketua I
Wiwik Kus lestari
(                      )
2
Ketua II
Dra. Emy Suryawati
(                      )
3
Sekretaris I 
Agus Kurnia 
(                      )
4
Sekretaris II
Sutrisno
(                      )
5
Bendahara I
Sri Maryati
(                      )
6
Bendahara II
Dra Umi Murtini,M.Si
(                      )




 
KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
RUGI / LABA TOKO
PER DESEMBER 2014

Persediaan awal 2014:
 Rp            38.766.600





HP Penjualan :

 Rp        1.513.585.252
 ( + ) 








 Rp        1.552.351.852










 Rp        1.513.881.552


HP Pembelian :

 Rp        1.208.751.517





Persediaan Akhir 2013 :
 Rp            45.075.750
 ( + ) 








 Rp        1.253.827.267
 ( - )  












Gaji Pegawai :

 Rp            51.904.000


 Rp          298.524.585
( LABA KOTOR )
Penyusutan :

 Rp              2.585.252





Admin Dan Operasional :
 Rp            12.523.900
 ( + ) 










 Rp            67.013.152
( - )





























Laba Sebelum Pajak 


 Rp          231.511.433



Yogyakarta, 13   Maret  2015


1
Ketua I
Wiwik Kus lestari
(                      )
2
Ketua II
Dra. Emy Suryawati
(                      )
3
Sekretaris I 
Agus Kurnia 
(                      )
4
Sekretaris II
Sutrisno

(                      )
5
Bendahara I
Sri Maryati
(                      )
6
Bendahara II
Dra Umi Murtini,MSi
(                      )
    

KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
NERACA GABUNGAN
PER DESEMBER 2014

Aktiva






Pasiva



Aktiva Lancar





KEWAJIBAN



1.Kas






Hutang Jangka Pendek

 Rp       7.938.215


Kas Tunai

          24.933.649



Tabungan suka rela

 Rp    548.601.420


Kas Bank

 Rp     92.895.771



Utang Bukopin

 - 


Total Kas


 Rp117.829.420


Dana sosial

 Rp      30.117.431








Dana pendidikan

 Rp      30.527.431

2.Piutang










Simpan Pinjam
 Rp1.219.693.114



KEWAJIBAN JANGKA PANJANG


Toko

 Rp   116.073.870



Hutang UKDW

 Rp    350.000.000





  1.335.766.984






3.
Persediaan


 Rp  46.648.700


MODAL










Modal Toko

 Rp      38.766.600

Aktiva tetap





Simpanan Pokok

 Rp      25.400.000



Komputer,etalase,
 Rp  12.255.755


Simpanan Wajib

 Rp    134.501.000



Almari



Cadangan /modal sendiri
 Rp      39.370.773








Hibah dariTeologi/UKDW
 Rp       5.000.000



















Cadangan










Cadangan resiko

         30.527.431








SHU TH 14










Rugi laba

 Rp    271.750.558

Jumlah 



 1.512.500.859

Jumlah


 Rp    1.512.500.859

Yogyakarta, 13   Maret  2015


1
Ketua I
Wiwik Kus lestari

(                      )
2
Ketua II
Dra. Emy Suryawati
(                      )
3
Sekretaris I 
Agus Kurnia 

(                      )
4
Sekretaris II
Sutrisno

(                      )
5
Bendahara I
Sri Maryati

(                      )
6
Bendahara II
Dra Umi Murtini

(                      )


ANGGARAN DAN PENDAPATAN BELANJA
TAHUN 2015

Kegitatan
Anggaran
Pendapatan
Pinjaman Anggota
  1.300.000.000

Bunga Pinjaman 9%

  130.000.000
Simpanan wajib
        17.000.000

Simpanan Pokok
          2.500.000

Tabungan suka rela
     600.000.000

Pendapatan Toko

  200.000.000
Modal sepeda motor
        50.000.000

Pendapatan dari usaha sepeda motor

      1.000.000
Pendapatan Elektorini + pulsa

    21.000.000
Pendapatan juice

    20.000.000
Pendapatan lain -lain

      3.000.000
Total  anggaran dan pendapatan kotor
  1.969.500.000
  375.000.000



Biaya-biaya


Rekrutmen
             200.000

Pembelian barkot scener
          3.000.000

Pembelian printer
        13.000.000

Penelitian kebutuhan konsumen
          2.000.000

Pelatihan pembukuan bagi 
          1.100.000

anggota dan pegawai toko


Pembelian alat tranportasi ( motor tosa)
        15.000.000

Pelatihan kewirausahaan dan perencanaan keuangan
          4.000.000

Pelatihan WEB
          1.000.000

Studi banding
             200.000

Kartu anggota
             500.000

Penyusutan


Gaji pegawai
        60.000.000

Administrasi 
          7.000.000

Rapat-rapat
          4.000.000

Biaya RAT Tahun 2015
        27.000.000

Total biaya
     115.000.000



Yogyakarta, 13 Maret 2015





1. Ketua I            :Wiwik Kus Lestari


2. Ketua              :Dra.Emy Suryawati 


3.Sekretaris  I     :Kurnia Agus P


4.Sekretaris II     :Sutrisno


5.Bendahara   I   :Sri Maryati,B.Sc


6.Bendahara   II :Dra.Umi Murtini,M.Si






 
Laporan keuangan Koperasi Pegawai Duta Wacana menunjukkan perhitungan pengalokasian pendapatan dan beban serta anggaran dan pendapatan belanja yang dimiliki oleh koperasi pegawai duta wacana. Dari Laporan keuangan tersebut dapat dianalisis akan produktifitas yang dimiliki oleh koperasi dimasa yang akan datang.

Berdasarkan laporan keuangan tersebut dapat kita simpulkan bahwa koperasi pegawai duta wacana cukup produktif dalam menjalankan kegiatan koperasi. Sehingga koperasi pegawai duta wacana dapat disebut sebagai salah satu koperasi yang cukup efektif dan mampu berjalan dengan tantangan yang cukup sulit.
 


PERANAN KOPERASI

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 koperasi merupakan badan usaha yang memiliki kedudukan di wilayah negara Indonesia.  Koperasi salah satu organisasi bisnis yang dijalankan oleh orang seorang demi kepentingan bersama.Berdasarkan peranan koperasi dalam bentuk pasar terdapat empat jenis keadaan persaingan dalam koperasi yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopolistic, pasar monopoli dan pasar oligopoly.

Pasar Persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan  bentuk pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat suatu inovasi serta dapat dijadikan sebagai kemampuan dalam mengalokasikan sumber daya secara baik sehingga pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar yang cukup tepat dalam sebuah koperasi.

Pasar  Persaingan Monopolistik
Pasar monopolistik ialah pasar  yang terdiri dari banyak penjual dan pembeli akan tetapi produk yang ditawarkan bersifat heterogen (Beda corak) atau disebut juga sebagai pasar persaingan. Sehingga penjual ataupun pembeli bersaing untuk memperoleh kualitas yang terbaik.
Pada pasar persaingan monopolistik memiliki daya tarik yang cukup baik dibandingkan pasar persaingan sempurna. Karena pada pasar monopolistik memiliki keunggulan dalam hal penampilan lebih baik dari pada pasar persaingan sempurna.

Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah salah satu pasar dimana hanya ada satu perusahaan atau penjual dipasar sehingga tidak ada pihak lain yang mampu menyainginya. Yang ditandai dengan produk yang dijual tidak ada barang substitusinya.

Pasar Oligopoli
Pasar Oligopolia dalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar baik secara sendiri-sendiri maupun secara diam-diam bekerja sama. Pada pasar Oligopoli terdapat dua strategi dasar untuk Koperasi yaitu strategi harga dan nonharga .

Pada koperasi Pegawai Duta Wacana merupakan koperasi yang masih bergantung pada pemerintah. Seringkali Koperasi dijadikan sebagai alat atau wadah bagi masyarakat umum agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu pemenuhan kebutuhan juga salah satu faktor pendorong timbulnya keinginan masyarakat.

Dilihat dari segi produktifitas, koperasi pegawai duta wacana masih tergolong cukup baik dalam menjalankan kegiatan usahanya. Akan tetapi keberadaannya masih perlu upaya-upaya yang perlu ditingkatkan seiring dengan tuntutan mengikuti perubahan lingkungan dunia usaha yang berubah mengikuti proses globalisasi dan akan berpengaruh pada hubungan ekonomi masyarakat dan perdagangan antar negara.

PEMBANGUNAN KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG

Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia )

Kendala yang dihadapi masyarakat :
1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi, yaitu :
a) Koqnisi
b) Apeksi
c) Psikomotor
3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi :
a) Ofisialisasi
b) De-ofisialisasi
c)Otonomisasi
4. Misi UU No.25 Tahun 1992
merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam  rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.


Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989 :

Tahap I
Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
Tahap II
Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
Tahap III
Perkembangan koperasi sebagai organisasikoperasi yang mandiri.                                  
                                                                                                                                                      
Mengacu pada pembahasan diatas tahapan pengembangan koperasi Pegawai Duta Wacana juga melalui tahapan-tahapan yang cukup lama. Sehingga akta pendirian koperasi bertindak atas kuasa rapat pendirian koperasi pegawai universitas Kristen duta wacana  pada hari selasa 1 agustus 1995. Hingga sampai sekarang koperasi pegawai duta wacana masih berdiri dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi.

Referensi : 

Koperasi.ukdw.ac.id
 
Sitio, A. & Tamba, H. (2001) Koperasi: Teori dan Praktik. Jakarta : Erlangga. 
Bahan Ajar Ekonomi Koperasi.pdf 




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar