Semua orang
tentu ingin Perekonomian terencana bukan? Ya, banyak hal yang perlu kita
lakukan untuk mencapai rencana tersebut salah satunya melalui koperasi. Perlu
diketahui bahwa koperasi merupakan salah satu pendorong pertumbuhan
perekonomian Indonesia yang mencerminkan kemajuan ekonomi ke arah yang lebih
baik. Mungkinkah ekonomi yang direncanakan bisa terlaksana? Atau hanya wacana?
Bagaimanah cara agar perekonomian tersebut dapat terencana dengan baik untuk
masa yang akan datang? Nah, Koperasi Pegawai Duta Wacana solusinya. Karena
Koperasi ini bukan memberi wacana melainkan membantu memberikan kesempatan bagi
anggota koperasi untuk menata perekonomian yang telah terencana agar dapat
terlaksana yang bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya. Koperasi dapat
dikategorikan kedalam beberapa kelompok berdasarkan jenis dan bentuknya. Dukungan
dan partisipasi anggota menjadi salah satu tolak ukur berhasil atau tidaknya
suatu koperasi dalam kegiatannya.
Sehingga dapat terlihat seberapa jauh efektifitas, efisiensi, produktivitas dan
pertumbuhan koperasi dalam persaingan pasar.
JENIS DAN BENTUK KOPERASI
Jenis Koperasi
Menurut PP No. 60 tahun 1959
a)Koperasi
Desa
b)Koperasi
Pertanian
c)Koperasi
Peternakan
d)Koperasi
Perikanan
e)Koperasi
Kerajinan/Industri
f)Koperasi
Simpan Pinjam
g)Koperasi
Konsumsi
Menurut Teori Klasik
a)Koperasi
pemakaian
b)Koperasi
penghasil atau Koperasiproduksi
c)Koperasi
Simpan Pinjam
Berdasarkan
pengelompokan koperasi diatas menurut PP No. 60 tahun 1959 dan menurut teori
klasik Koperasi Pegawai Duta Wacana dikategorikan sebagai koperasi simpan
pinjam. Hal ini terlihat dari kegiatannya adalah simpan pinjam bagi anggota
koperasi serta misi dari Koperasi pegawai Duta Wacana.
Dilihat dari
pendapatan yang diperoleh para anggota koperasi, koperasi pegawai duta wacana
cukup memberikan perubahan bagi anggota
koperasi pegawai duta wacana. Tentu hal ini berdampak positif bagi kelangsungan
dan kesejahteraan masyarakat khususnya pegawai yang sekaligus anggota koperasi
pegawai duta wacana.
Mengacu pada
ketentuan penjenisan koperasi didasarkan pada Undang-Undang No.12 tahun 1967.
Koperasi Pegawai Duta Wacana tergolong penjenisan koperasi yang didasarkan pada
kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen
karena kesamaan aktivitas atau kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan
bersama anggota-anggotanya.
Bentuk Koperasi
Sesuai yang
tercantum dalam PP No. 60 tahun 1959 bentuk koperasi diklasifikasikan menjadi
4, yaitu :
a)Koperasi
Primer
b)Koperasi
Pusat
c)Koperasi
Gabungan
Koperasi
pegawai duta wacana termasuk ke dalam Koperasi yang berbentuk primer, yang mana
koperasi primer merupakan Koperasi yang anggotanya terdiri dari orang
seorang yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20
orang. Sama halnya dengan koperasi pegawai duta wacana yang terdiri dari atas
masyarakat umum khusunya pegawai Universitas Kfisten Duta Wacana yang berdiri
sejak tanggal 1 Agustus 1995 Hal ini berlandaskan Undang-Undang No. 25 Tahun
1992.
PERMODALAN KOPERASI
Modal merupakan
sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha Koperasi. Modal yang digunakan
koperasi pegawai duta wacana merupakan sejumlah dana yang akan dialokasikan
untuk usaha‑usaha yang akan dilakukan oleh koperasi pegawai duta wacana baik
itu dalam bentuk modal jangka panjang maupun jangka pendek dengan rencana
pembelanjaan yang konsisten berdasarkan azas‑azas koperasi dengan tetap
memperhatikan undang-undang yang berlaku.
Sumber Modal
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 :
Simpanan
Pokok adalah sejumlah
uang yang diwajibkan kepada anggota untuk diserahkan kepada Koperasi pada waktu
seseorang masuk menjadi anggota Koperasi tersebut dan jumlahnya sama untuk
semua anggota
Simpanan
Wajib adalah
simpanan tertentu yang diwajibkan kepada anggota yangmembayarnya kepada
Koperasi pada waktu-waktu tertentu.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 :
Modal
sendiri(equity capital), bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, danacadangan, dan
donasi atau hibah.
Modal
pinjaman(debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembagakeuangan
lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang
sah.
Koperasi Pegawai duta wacana menerapkan struktur
permodalan Berdasarkan Undang-undang
nomor 12 Tahun 1967 dan
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Adapun
sumber‑sumber modal koperasi pegawai duta wacana berasal dari modal sendiri berupa
simpanan anggota yang terdiri dari Simpanan pokok yang wajib di bayarkan pada
saatmendaftar sebagai anggota sebesar Rp.100.000 Sedangkan simpanan wajib
sebesar Rp. 5000 setiap bulan dan
dibayarkan sekaligus dalam tahun buku berjalan dan simpanan sukarela yang
besarannya tidak ditentukan akan tetapi anggota mendapatkan bunga tabungan dan
diperhitungkan pada SHU.
Distribusi Cadangan Koperasi
Pengertian
dana cadangan menurut UU No. 25/1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan
sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup
kerugian koperasi bila diperlukan.
Sesuai
Anggaran Dasar yang merujuk pada UU No. 12 tahun 1967 menentukan bahwa 25% Dari
SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan , sedangkan SHU
yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk
Cadangan.Menurut UU No. 25 tahun 1992 SHU yang diusahakan oleh anggota dan yang
diusahakan oleh bukan anggota, ditentukan30% dari SHU tersebut disisihkan untuk
Cadangan.
Distribusi cadangan koperasi pegawai duta wacana
mengacu pada Undang-undang nomor 25 tahun 1992 dan Undang-undang nomor 12 tahun
1967. Dimana cadangan koperasi tersebut digunakan untuk meningkatkan jumlah
operating capital koperasi, memenuhi kebutuhan koperasi, kewajiban tertentu,
perluasan usaha, serta sebagai jaminan untuk kemungkinan-kemungkinan rugi
dikemudian hari.
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI ANGGOTA
Efek-efek ekonomis koperasi
Salah satu
hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah menjalin hubungan dengan
para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa
koperasi. Yang mana akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah
diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna
akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, apakah
menguntungkan penjual atau pembeli di luar koperasi.
Pada
dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan
Koperasi. Kegiatan utama koperasi pegawai duta wacana yaitu simpan pinjam
dimana kegiatan simpan pinjam tersebut sesuai dengan kebutuhan anggota
koperasi. Serta adanya pelayanan yang mampu menawarkan keuntungan yang dapat
diperoleh anggota dibandingkan dari pihak-pihak luar koperasi.
Koperasi
pegawai duta wacana sangat melihat akan efek-efek ekonomis para anggota yang
ditandai dengan efisiensi anggota dalam
menjaga kemanfaatan ekonomis pelayanan barang dan jasa. Hal ini terlihat dari
pendapatan yang diperoleh setiap anggota yang mengacu pada Sisa Hasil Usaha
(SHU) Anggota. Dengan begitu dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengevaluasi
keberhasilan dari sisi efek ekonomis.
Partisipasi
anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah Besarnya nilai manfaat
pelayanan koperasi secara utilitarian yang berupa pelayanan barang dan jasa
oleh perusahaan koperasi yang efisien, serta adanyapengurangan biaya dan atau
diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU)
baik secara tunai maupun dalam bentuk barang maupun secara normatif.
Bila dilihat
dari peranan anggota dalam koperasi yang
begitu dominan, Koperasi Pegawai duta wacana menetapkan harga yang di bedakan antara harga untuk
anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini untuk mengupayakan
efisiensi dan efektifitas harga dalam penyediaan kebutuhan akan barang dan
jasa.
Analisis hubungan efek ekonomis
dengan keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, Keuntungan bukanlah
satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga
aspek pelayanannya. Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun
transaksi anggota dengan koperasinya. salah satu faktor yang menentukan Keberhasilan koperasi adalah partisipasi
anggota yang sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang
didapat oleh anggota tersebut.
Dilihat dari
kerjasama yang dilakukan oleh Koperasi pegawai duta wacana dengan para
anggotanya, hal ini mampu memberikan manfaat bagi anggota dalam meningkatkan
kesejahteraan. Selain itu dengan adanya peningkatan anggota koperasi juga memberikan keuntungan bagi koperasi
pegawai duta wacana hal ini membuktikan bahwa masyarakat khususnya pegawai
universitas Kristen duta wacana percaya akan Koperasi pegawai duta wacana.
Penyajian dan analisis neraca
pelayanan
Adanya perubahan kebutuhan dari para anggota dan
perubahan lingkungan koperasi, terutama munculnya tantangan-tantangan kompetitif
yang mengharuskan pihak koperasi dapat
memberikan pelayanan maksimal terhadap anggota koperasi yang sejatinya terus
berjalan dan menyesuaikan dengan keadaan.
Ada dua
faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada
anggotanya.
1. Adanya
tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan
kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban.
Didasari
oleh faktor diatas Koperasi pegawai duta wacana berusaha untuk selalu
memberikan pelayanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang mana
perubahan kebutuhan tersebut akan
menentukan pola kebutuhan anggota
yang lebih besar dari pesaingnya hal ini akan terus berlangsung seiring dengan
perubahan waktu. Sehingga koperasi pegawai duta wacana selalu berusaha untuk
memperoleh informasi dari para anggota koperasinya.
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN
Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat
di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh
fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena
itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun
tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran
kemanfaatan ekonomis dihubungkan dengan efisiensi serta efektifitas dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya dengan input realisasi atau
sesungguhnya. Apabila input realisasi lebih kecil dari pada input anggaran maka
dapat disebut efisien. Dan apabila jika output realisasi lebih besar dari pada
output anggaran disebut efektif. Sehingga dapat mencapai target output atas
input yang disebut produktifitas.
Setiap badan
usaha khususnya koperasi memiliki tolak ukur perhitungan dalam mencapai tingkat
efisiensi dan efektifitas yang diharapkan. Koperasi Pegawai Duta Wacana selalu
berupaya agar tercapainya efektifitas dan efisiensi kegiatan usahanya baik itu
simpan pinjam mapun usaha toko yang diupayakan mampu memberikan pelayanan
berupa penyediaan barang dan jasa.
Adapun
penetapan target yang dilakukan oleh koperasi pegawai duta wacana yaitu
anggota, mahasiswa dan warga kampus Universitas Kristen Duta wacana maupun
masyarakat umum. Baik barang ataupun
jasa dikembangkan sejalan dengan kemampuan permodalan serta tingkat pasar
ataupun pembeli. Sehingga dapat mencapai target koperasi yang produktif.
Analisis Laporan Koperasi
Laporan
keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan
koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus
tentang tata kehidupan koperasi.Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan
sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Koperasi
Pegawai Duta Wacana salah satu koperasi yang cukup transparan dalam laporan
keuangannya. Sehingga anggota koperasi dapat mengetahui serta memantau
perkembangan keuangan atau kondisi keuangan koperasi apakah memperoleh laba
atau rugi pada koperasi tersebut.
KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
NERACA TOKO
PER 31 DESEMBER 2014
NERACA TOKO
PER 31 DESEMBER 2014
Aktiva
:
|
|||||
Kas
|
|||||
Kas Tunai
|
Rp
16.747.000
|
||||
Kas Bank
|
Rp
60.990.923
|
||||
Pindah KAS
|
Rp
30.000.000
|
||||
Rp
107.737.923
|
|||||
Piutang
:
|
|||||
Unit
|
Rp
17.440.100
|
||||
Pulsa
|
Rp
3.570.500
|
||||
Karyawan
|
Rp
29.855.870
|
||||
Barang
|
Rp
65.207.400
|
Rp
116.073.870
|
|||
Persediaan
:
|
|||||
Barang
|
Rp
45.075.750
|
||||
Pulsa
|
Rp
1.276.650
|
||||
Juice
|
Rp
296.300
|
Rp
46.648.700
|
|||
Aktiva
tetap
|
|||||
Etalase,almari
|
Rp
10.341.006
|
||||
Nilai
susut
|
Rp
2.585.252
|
Rp
7.755.755
|
|||
Rp
278.216.248
|
|||||
Pasiva
:
|
|||||
1.
|
Hutang
Usaha
|
Rp
7.938.215
|
|||
3.
|
Modal
Usaha
|
Rp
38.766.600
|
|||
4.
|
R/L tahun
Berjalan
|
Rp
231.511.433
|
|||
Rp
278.216.248
|
|||||
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
1
|
Ketua I
|
Wiwik Kus
lestari
|
(
)
|
|
2
|
Ketua II
|
Dra. Emy
Suryawati
|
(
)
|
|
3
|
Sekretaris
I
|
Agus
Kurnia
|
(
)
|
|
4
|
Sekretaris
II
|
Sutrisno
|
(
)
|
|
5
|
Bendahara
I
|
Sri
Maryati
|
(
)
|
|
6
|
Bendahara
II
|
Dra Umi
Murtini,M.Si
|
(
)
|
|
KOPERASI
PEGAWAI DUTA WACANA
RUGI / LABA TOKO
PER DESEMBER 2014
RUGI / LABA TOKO
PER DESEMBER 2014
Persediaan
awal 2014:
|
Rp
38.766.600
|
|||||||
HP
Penjualan :
|
Rp
1.513.585.252
|
( +
)
|
||||||
Rp
1.552.351.852
|
||||||||
Rp
1.513.881.552
|
||||||||
HP
Pembelian :
|
Rp
1.208.751.517
|
|||||||
Persediaan
Akhir 2013 :
|
Rp
45.075.750
|
( +
)
|
||||||
Rp
1.253.827.267
|
( -
)
|
|||||||
Gaji
Pegawai :
|
Rp
51.904.000
|
Rp
298.524.585
|
( LABA
KOTOR )
|
|||||
Penyusutan
:
|
Rp
2.585.252
|
|||||||
Admin Dan
Operasional :
|
Rp
12.523.900
|
( +
)
|
||||||
Rp
67.013.152
|
( - )
|
|||||||
Laba
Sebelum Pajak
|
Rp
231.511.433
|
|||||||
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
1
|
Ketua I
|
Wiwik Kus
lestari
|
(
)
|
|
2
|
Ketua II
|
Dra. Emy
Suryawati
|
(
)
|
|
3
|
Sekretaris
I
|
Agus
Kurnia
|
(
)
|
|
4
|
Sekretaris
II
|
Sutrisno
|
(
)
|
|
5
|
Bendahara
I
|
Sri
Maryati
|
(
)
|
|
6
|
Bendahara
II
|
Dra Umi
Murtini,MSi
|
(
)
|
|
KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
NERACA GABUNGAN
PER DESEMBER 2014
NERACA GABUNGAN
PER DESEMBER 2014
Aktiva
|
Pasiva
|
|||||||||
Aktiva
Lancar
|
KEWAJIBAN
|
|||||||||
1.Kas
|
Hutang
Jangka Pendek
|
Rp
7.938.215
|
||||||||
Kas Tunai
|
24.933.649
|
Tabungan
suka rela
|
Rp
548.601.420
|
|||||||
Kas Bank
|
Rp
92.895.771
|
Utang
Bukopin
|
-
|
|||||||
Total Kas
|
Rp117.829.420
|
Dana
sosial
|
Rp
30.117.431
|
|||||||
Dana
pendidikan
|
Rp
30.527.431
|
|||||||||
2.Piutang
|
||||||||||
Simpan
Pinjam
|
Rp1.219.693.114
|
KEWAJIBAN
JANGKA PANJANG
|
||||||||
Toko
|
Rp
116.073.870
|
Hutang
UKDW
|
Rp
350.000.000
|
|||||||
1.335.766.984
|
||||||||||
3.
|
Persediaan
|
Rp
46.648.700
|
MODAL
|
|||||||
Modal Toko
|
Rp
38.766.600
|
|||||||||
Aktiva
tetap
|
Simpanan
Pokok
|
Rp
25.400.000
|
||||||||
Komputer,etalase,
|
Rp
12.255.755
|
Simpanan
Wajib
|
Rp
134.501.000
|
|||||||
Almari
|
Cadangan
/modal sendiri
|
Rp
39.370.773
|
||||||||
Hibah
dariTeologi/UKDW
|
Rp
5.000.000
|
|||||||||
Cadangan
|
||||||||||
Cadangan
resiko
|
30.527.431
|
|||||||||
SHU TH 14
|
||||||||||
Rugi laba
|
Rp
271.750.558
|
|||||||||
Jumlah
|
1.512.500.859
|
Jumlah
|
Rp
1.512.500.859
|
|||||||
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
1
|
Ketua I
|
Wiwik Kus
lestari
|
(
)
|
|
2
|
Ketua II
|
Dra. Emy
Suryawati
|
(
)
|
|
3
|
Sekretaris
I
|
Agus
Kurnia
|
(
)
|
|
4
|
Sekretaris
II
|
Sutrisno
|
(
)
|
|
5
|
Bendahara
I
|
Sri
Maryati
|
(
)
|
|
6
|
Bendahara
II
|
Dra Umi
Murtini
|
(
)
|
|
ANGGARAN DAN
PENDAPATAN BELANJA
TAHUN 2015
TAHUN 2015
Kegitatan
|
Anggaran
|
Pendapatan
|
||
Pinjaman
Anggota
|
1.300.000.000
|
|||
Bunga
Pinjaman 9%
|
130.000.000
|
|||
Simpanan
wajib
|
17.000.000
|
|||
Simpanan
Pokok
|
2.500.000
|
|||
Tabungan
suka rela
|
600.000.000
|
|||
Pendapatan
Toko
|
200.000.000
|
|||
Modal sepeda
motor
|
50.000.000
|
|||
Pendapatan
dari usaha sepeda motor
|
1.000.000
|
|||
Pendapatan
Elektorini + pulsa
|
21.000.000
|
|||
Pendapatan
juice
|
20.000.000
|
|||
Pendapatan
lain -lain
|
3.000.000
|
|||
Total
anggaran dan pendapatan kotor
|
1.969.500.000
|
375.000.000
|
||
Biaya-biaya
|
||||
Rekrutmen
|
200.000
|
|||
Pembelian
barkot scener
|
3.000.000
|
|||
Pembelian
printer
|
13.000.000
|
|||
Penelitian
kebutuhan konsumen
|
2.000.000
|
|||
Pelatihan
pembukuan bagi
|
1.100.000
|
|||
anggota
dan pegawai toko
|
||||
Pembelian
alat tranportasi ( motor tosa)
|
15.000.000
|
|||
Pelatihan
kewirausahaan dan perencanaan keuangan
|
4.000.000
|
|||
Pelatihan
WEB
|
1.000.000
|
|||
Studi
banding
|
200.000
|
|||
Kartu
anggota
|
500.000
|
|||
Penyusutan
|
||||
Gaji
pegawai
|
60.000.000
|
|||
Administrasi
|
7.000.000
|
|||
Rapat-rapat
|
4.000.000
|
|||
Biaya RAT
Tahun 2015
|
27.000.000
|
|||
Total
biaya
|
115.000.000
|
|||
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
1. Ketua
I :Wiwik
Kus Lestari
|
||||
2.
Ketua
:Dra.Emy Suryawati
|
||||
3.Sekretaris
I :Kurnia Agus P
|
||||
4.Sekretaris
II :Sutrisno
|
||||
5.Bendahara
I :Sri Maryati,B.Sc
|
||||
6.Bendahara II :Dra.Umi
Murtini,M.Si
|
||||
Laporan
keuangan Koperasi Pegawai Duta Wacana menunjukkan perhitungan pengalokasian
pendapatan dan beban serta anggaran dan pendapatan belanja yang dimiliki oleh
koperasi pegawai duta wacana. Dari Laporan keuangan tersebut dapat dianalisis
akan produktifitas yang dimiliki oleh koperasi dimasa yang akan datang.
Berdasarkan
laporan keuangan tersebut dapat kita simpulkan bahwa koperasi pegawai duta
wacana cukup produktif dalam menjalankan kegiatan koperasi. Sehingga koperasi
pegawai duta wacana dapat disebut sebagai salah satu koperasi yang cukup efektif
dan mampu berjalan dengan tantangan yang cukup sulit.
PERANAN KOPERASI
Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 koperasi merupakan badan usaha yang memiliki
kedudukan di wilayah negara Indonesia.
Koperasi salah satu organisasi bisnis yang dijalankan oleh orang seorang
demi kepentingan bersama.Berdasarkan peranan koperasi dalam bentuk pasar
terdapat empat jenis keadaan persaingan dalam koperasi yaitu pasar persaingan
sempurna, pasar monopolistic, pasar monopoli dan pasar oligopoly.
Pasar Persaingan sempurna
Pasar
persaingan sempurna merupakan bentuk
pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga bisa dijadikan bahan
pertimbangan dalam membuat suatu inovasi serta dapat dijadikan sebagai
kemampuan dalam mengalokasikan sumber daya secara baik sehingga pasar
persaingan sempurna merupakan bentuk pasar yang cukup tepat dalam sebuah
koperasi.
Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar
monopolistik ialah pasar yang terdiri
dari banyak penjual dan pembeli akan tetapi produk yang ditawarkan bersifat heterogen
(Beda corak) atau disebut juga sebagai pasar persaingan. Sehingga penjual
ataupun pembeli bersaing untuk memperoleh kualitas yang terbaik.
Pada pasar
persaingan monopolistik memiliki daya tarik yang cukup baik dibandingkan pasar
persaingan sempurna. Karena pada pasar monopolistik memiliki keunggulan dalam
hal penampilan lebih baik dari pada pasar persaingan sempurna.
Pasar Monopoli
Pasar
monopoli adalah salah satu pasar dimana hanya ada satu perusahaan atau penjual
dipasar sehingga tidak ada pihak lain yang mampu menyainginya. Yang ditandai
dengan produk yang dijual tidak ada barang substitusinya.
Pasar Oligopoli
Pasar
Oligopolia dalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual)
yang menguasai pasar baik secara sendiri-sendiri maupun secara diam-diam
bekerja sama. Pada pasar Oligopoli terdapat dua strategi dasar untuk Koperasi
yaitu strategi harga dan nonharga .
Pada
koperasi Pegawai Duta Wacana merupakan koperasi yang masih bergantung pada
pemerintah. Seringkali Koperasi dijadikan sebagai alat atau wadah bagi
masyarakat umum agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu pemenuhan
kebutuhan juga salah satu faktor pendorong timbulnya keinginan masyarakat.
Dilihat dari
segi produktifitas, koperasi pegawai duta wacana masih tergolong cukup baik
dalam menjalankan kegiatan usahanya. Akan tetapi keberadaannya masih perlu
upaya-upaya yang perlu ditingkatkan seiring dengan tuntutan mengikuti perubahan
lingkungan dunia usaha yang berubah mengikuti proses globalisasi dan akan
berpengaruh pada hubungan ekonomi masyarakat dan perdagangan antar negara.
PEMBANGUNAN KOPERASI DI NEGARA
BERKEMBANG
Pembangunan Koperasi di Negara
Berkembang (di Indonesia )
Kendala yang
dihadapi masyarakat :
1. Perbedaan
pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2. Cara
mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi, yaitu :
a) Koqnisi
b) Apeksi
c)
Psikomotor
3. Masa
Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan
membangun Koperasi :
a)
Ofisialisasi
b)
De-ofisialisasi
c)Otonomisasi
4. Misi UU
No.25 Tahun 1992
merupakan
gerakan ekonomi rakyat dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Tahap I
Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
Tahap II
Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
Tahap III
Perkembangan koperasi sebagai organisasikoperasi yang mandiri.
Perkembangan koperasi sebagai organisasikoperasi yang mandiri.
Mengacu pada
pembahasan diatas tahapan pengembangan koperasi Pegawai Duta Wacana juga
melalui tahapan-tahapan yang cukup lama. Sehingga akta pendirian koperasi
bertindak atas kuasa rapat pendirian koperasi pegawai universitas Kristen duta
wacana pada hari selasa 1 agustus 1995.
Hingga sampai sekarang koperasi pegawai duta wacana masih berdiri dalam
menjalankan kegiatan usaha koperasi.
Referensi :
Koperasi.ukdw.ac.id
Sitio, A. & Tamba, H. (2001) Koperasi: Teori dan Praktik. Jakarta : Erlangga.
Bahan Ajar Ekonomi Koperasi.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar