Nah, Koperasi Pegawai Duta
Wacana solusinya. Karena Koperasi ini bukan wacana melainkan membantu
memberikan kesempatan bagi anggota koperasi untuk menata perekonomian yang
telah terencana agar dapat terlaksana. Hal ini dapat terlihat dari adanya
pendapatan yang diperoleh anggota koperasi Pegawai Duta Wacana.
JENIS DAN
BENTUK KOPERASI
Jenis
Koperasi
Menurut PP No. 60 tahun 1959
a)Koperasi Desa
b)Koperasi Pertanian
c)Koperasi Peternakan
d)Koperasi Perikanan
e)Koperasi Kerajinan/Industri
f)Koperasi Simpan Pinjam
g)Koperasi Konsumsi
Menurut Teori Klasik
a)Koperasi pemakaian
b)Koperasi penghasil atau Koperasiproduksi
c)Koperasi Simpan Pinjam
Berdasarkan pengelompokan
koperasi menurut PP No. 60 tahun 1959 dan menurut teori klasikKoperasi Pegawai Duta Wacana dikategorikan sebagai
koperasi simpan pinjam. Hal ini terlihat dari kegiatannya adalah simpan pinjam
bagi anggota koperasi serta misi dari Koperasi pegawai Duta Wacana.
Dilihat dari pendapatan yang diperoleh para
anggota koperasi, koperasi pegawai duta wacana cukup memberikan perubahan bagi anggota koperasi pegawai duta wacana.
Tentu hal ini berdampak positif bagi kelangsungan dan kesejahteraan masyarakat
khususnya pegawai yang sekaligus anggota koperasi pegawai duta wacana.
Mengacu padaketentuan penjenisan koperasi didasarkan
pada Undang-Undang No.12 tahun 1967. Koperasi Pegawai Duta Wacana tergolong penjenisan
koperasi yang didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan
dalammasyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas atau kepentingan
ekonominya guna mencapaitujuan bersama anggota-anggotanya.
Bentuk
Koperasi
Sesuai yang tercantum dalam PP No. 60 tahun 1959 bentuk
koperasi diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
a)Koperasi Primer
b)Koperasi Pusat
c)Koperasi Gabungan
Koperasi pegawai duta wacana termasuk ke dalam
Koperasi yang berbentuk primer, yang mana koperasi primer merupakan Koperasi
yang anggotanya terdiri dari orang seorang yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya20 orang. Sama halnya
dengan koperasi pegawai duta wacana yang terdiri dari atas masyarakat umum khusunya pegawai Universitas Kfisten Duta Wacana yang berdiri sejak tanggal 1 Agustus
1995Hal ini berlandaskan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992.
PERMODALAN
KOPERASI
Modalmerupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk
melaksanakan usaha-usahaKoperasi.Modal yang digunakan koperasi pegawai duta wacana merupakan
sejumlah dana yang akan dialokasikan untuk usaha‑usaha yang akan dilakukan oleh
koperasi pegawai duta wacana baik itu dalam bentuk modal jangka panjang maupun
jangka pendek dengan rencana pembelanjaan yang konsisten berdasarkan azas‑azas
koperasi dengan tetap memperhatikan undang-undang yang berlaku.
Sumber Modal
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 :
Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang diwajibkan kepada anggota
untuk diserahkan kepada Koperasi pada waktu seseorang masuk menjadi anggota
Koperasi tersebut dan jumlahnya sama untuk semua anggota
Simpanan Wajib adalah simpanan tertentu yang diwajibkan kepada
anggota yangmembayarnya kepada Koperasi pada waktu-waktu tertentu.
Simpanan Sukarela adalah simpanan anggota atas dasar sukarela atau
berdasarkan perjanjian-perjanjian atau peraturan–peraturan khusus.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 :
Modal sendiri(equity capital), bersumber dari simpanan pokok
anggota, simpanan wajib, danacadangan, dan donasi atau hibah.
Modal pinjaman(debt capital), bersumber dari anggota, koperasi
lainnya, bank atau lembagakeuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat
hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.
Koperasi Pegawai
duta wacana menerapkan struktur permodalan Berdasarkan Undang-undang
nomor 12 Tahun 1967 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.Adapun sumber‑sumber
modal koperasi pegawai duta wacana berasal dari modal sendiri berupa simpanan
anggota yang terdiri dari Simpanan pokok yang wajib di bayarkan pada
saatmendaftar sebagai anggota sebesar Rp.100.000 Sedangkan simpanan wajib
sebesar Rp. 5000 setiap bulan dan
dibayarkan sekaligus dalam tahun buku berjalan dan simpanan sukarela yang
besarannya tidak ditentukan akan tetapi anggota mendapatkan bunga tabungan dan
diperhitungkan pada SHU.
Distribusi
Cadangan Koperasi
Pengertian danacadanganmenurut UU No. 25/1992 adalah
sejumlah uang yang diperoleh daripenyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan
untuk memupuk modal sendiri dan untukmenutup kerugian koperasi bila diperlukan.
Sesuai Anggaran Dasar yang menunjuk pada UU No. 12 tahun 1967
menentukan bahwa25%Dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk
Cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60%
disisihkan untuk Cadangan.Menurut UU No. 25/1992 SHU yang diusahakanoleh
anggota dan yang diusahakan oleh bukan anggota, ditentukan30% dari SHU tersebut
disisihkanuntuk Cadangan.
Distribusi cadangan koperasi pegawai duta wacana mengacu pada Undang-undang
nomor 25 tahun 1992 dan Undang-undang nomor 12 tahun 1967. Dimana cadangan
koperasi tersebut digunakan untuk meningkatkan jumlah operating capital
koperasi, memenuhi kebutuhan koperasi, kewajiban tertentu, perluasan usaha,
serta sebagai jaminan untuk kemungkinan-kemungkinan rugi dikemudian hari.
EVALUASI KEBERHASILAN
KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA
Efek-efek
ekonomis koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan
koperasi adalah menjalin hubungan dengan paraanggotanya, yang kedudukannya
sebagai pemilik
sekaligus pengguna jasa koperasi. Yang mana akan mempersoalkan dana
(simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak.
Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan
kebutuhan barang-jasa, apakah menguntungkan penjual /pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota
akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan Koperasi. Kegiatan
utama koperasi pegawai duta wacana yaitu simpan pinjam dimana kegiatan simpan
pinjam tersebut sesuai dengan kebutuhan anggota koperasi. Serta adanya
pelayanan yang mampu menawarkan keuntungan yang dapat diperoleh anggota
dibandingkan dari pihak-pihak luar koperasi.
Koperasi pegawai duta wacana
sangat melihat akan efek-efek ekonomis para anggota yang ditandai dengan efisiensi anggota dalam menjaga kemanfaatan
ekonomis pelayanan barang dan jasa. Hal ini terlihat dari pendapatan yang
diperoleh setiap anggota yang mengacu pada Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota.
Dengan begitu dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengevaluasi keberhasilan
dari sisi efek ekonomis.
Efek harga
dan efek biaya
Partisipasi anggota menentukan
keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya adalah Besarnya nilai manfaat pelayanan
koperasi secara utilitarian yang berupa pelayanan barang
dan jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, serta adanyapengurangan biaya
dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari
keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang maupun secara normatif.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi
yang begitu dominan, Koperasi Pegawai duta wacana menetapkan
harga yang di bedakan
antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini untuk mengupayakan efisiensi dan efektifitas harga dalam penyediaan
kebutuhan akan barang dan jasa.
Analisis
hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
Dilihat dari kerjasama yang dilakukan oleh Koperasi
pegawai duta wacana dengan para anggotanya, hal ini mampu memberikan manfaat
bagi anggota dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain itu dengan adanya peningkatan
anggota koperasi juga memberikan
keuntungan bagi koperasi pegawai duta wacana hal ini membuktikan bahwa
masyarakat khususnya pegawai universitas Kristen duta wacana percaya akan Koperasi pegawai duta
wacana.
Penyajian
dan analisis neraca pelayanan
Adanya perubahan kebutuhan dari para anggota dan
perubahan lingkungan koperasi, terutama munculnya tantangan-tantangan kompetitif yang mengharuskan pihak koperasi dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap anggota koperasi yang sejatinya terus berjalan dan menyesuaikan
dengan keadaan.
Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi
meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain
(terutamaorganisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat
perubahanwaktu dan peradaban.
Didasari oleh faktor diatas
Koperasi pegawai duta wacana berusaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik
yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang mana perubahan kebutuhan tersebut
akan menentukan pola kebutuhan anggota yang lebih besar dari
pesaingnya hal ini akan terus berlangsung seiring dengan perubahan waktu.
Sehingga koperasi pegawai duta wacana selalu berusaha untuk memperoleh
informasi dari para anggota koperasinya.
EVALUASI
KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN
Efisiensi
Perusahaan Koperasi
Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan
usaha yang kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan
orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas
dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran kemanfaatan ekonomis
dihubungkan dengan efisiensi serta efektifitas dengan cara membandingkan input
anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is). Apabilainput
realisasi lebih kecil dari pada input anggaran maka dapat disebut efisien.
Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya
manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi
yaitu :
1. Manfaat ekonomi langsung (MEL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan
koperasinya.
2. Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah
berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan
keuangan/pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, yakni
penerimaan SHU anggota.
Efektivitas
Koperasi
Efektivitas adalah pencapaian target output yang di
ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan
output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
Produktivitas
Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas
input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.
Setiap badan usaha khususnya
koperasi memiliki tolak ukur perhitungan dalam mencapai tingkat efisiensi dan
efektifitas yang diharapkan. Koperasi Pegawai Duta Wacana selalu berupaya agar
tercapainya efektifitas dan efisiensi kegiatan usahanya baik itu simpan pinjam
mapun usaha toko yang diupayakan mampu memberikan pelayanan berupa penyediaan
barang dan jasa.
Adapun penetapan target yang
dilakukan oleh koperasi pegawai duta wacana yaitu anggota, mahasiswa dan warga
kampus Universitas Kristen Duta wacana maupun masyarakat umum. Baik barang ataupun jasa dikembangkan sejalan
dengan kemampuan permodalan serta tingkat pasar ataupun pembeli. Sehingga dapat
mencapai target koperasi yang produktif.
Analisis
Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari
sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.Dilihat dari fungsi
manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat
evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda
dengan laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan
meliputi
1. Neraca,
2. perhitungan hasil usaha (income statement),
3. Laporan arus kas (cash flow),
4. catatan atas laporan keuangan
Koperasi Pegawai Duta Wacana
salah satu koperasi yang cukup transparan dalam laporan keuangannya. Sehingga
anggota koperasi dapat mengetahui serta memantau perkembangan keuangan atau
kondisi keuangan koperasi apakah memperoleh laba atau rugi pada koperasi
tersebut.
KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
NERACA TOKO
PER 31 DESEMBER 2014
NERACA TOKO
PER 31 DESEMBER 2014
|
Aktiva
:
|
|||||
|
Kas
|
|||||
|
Kas Tunai
|
Rp
16.747.000
|
||||
|
Kas Bank
|
Rp
60.990.923
|
||||
|
Pindah KAS
|
Rp
30.000.000
|
||||
|
Rp
107.737.923
|
|||||
|
Piutang
:
|
|||||
|
Unit
|
Rp
17.440.100
|
||||
|
Pulsa
|
Rp
3.570.500
|
||||
|
Karyawan
|
Rp
29.855.870
|
||||
|
Barang
|
Rp
65.207.400
|
Rp
116.073.870
|
|||
|
Persediaan
:
|
|||||
|
Barang
|
Rp
45.075.750
|
||||
|
Pulsa
|
Rp
1.276.650
|
||||
|
Juice
|
Rp
296.300
|
Rp
46.648.700
|
|||
|
Aktiva
tetap
|
|||||
|
Etalase,almari
|
Rp
10.341.006
|
||||
|
Nilai
susut
|
Rp
2.585.252
|
Rp
7.755.755
|
|||
|
Rp
278.216.248
|
|||||
|
Pasiva
:
|
|||||
|
1.
|
Hutang
Usaha
|
Rp
7.938.215
|
|||
|
3.
|
Modal
Usaha
|
Rp
38.766.600
|
|||
|
4.
|
R/L tahun
Berjalan
|
Rp
231.511.433
|
|||
|
Rp
278.216.248
|
|||||
|
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
|
1
|
Ketua I
|
Wiwik Kus
lestari
|
(
)
|
|
|
2
|
Ketua II
|
Dra. Emy
Suryawati
|
(
)
|
|
|
3
|
Sekretaris
I
|
Agus
Kurnia
|
(
)
|
|
|
4
|
Sekretaris
II
|
Sutrisno
|
(
)
|
|
|
5
|
Bendahara
I
|
Sri
Maryati
|
(
)
|
|
|
6
|
Bendahara
II
|
Dra Umi
Murtini,M.Si
|
(
)
|
|
|
|
||||
KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
RUGI / LABA TOKO
PER DESEMBER 2014
RUGI / LABA TOKO
PER DESEMBER 2014
|
Persediaan awal 2014:
|
Rp
38.766.600
|
|
|
|
|
|
||
|
HP Penjualan :
|
|
Rp
1.513.585.252
|
( + )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rp
1.552.351.852
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rp
1.513.881.552
|
|
|
|
HP Pembelian :
|
|
Rp
1.208.751.517
|
|
|
|
|
|
|
|
Persediaan Akhir 2013 :
|
Rp
45.075.750
|
( + )
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
Rp
1.253.827.267
|
( - )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Gaji Pegawai :
|
|
Rp
51.904.000
|
|
|
Rp
298.524.585
|
( LABA KOTOR )
|
||
|
Penyusutan :
|
|
Rp
2.585.252
|
|
|
|
|
|
|
|
Admin Dan Operasional :
|
Rp
12.523.900
|
( + )
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
Rp
67.013.152
|
( - )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Laba Sebelum Pajak
|
|
|
Rp
231.511.433
|
|
|
||
|
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
|
1
|
Ketua I
|
Wiwik Kus
lestari
|
(
)
|
|
|
2
|
Ketua II
|
Dra. Emy
Suryawati
|
(
)
|
|
|
3
|
Sekretaris
I
|
Agus
Kurnia
|
(
)
|
|
|
4
|
Sekretaris
II
|
Sutrisno
|
(
)
|
|
|
5
|
Bendahara
I
|
Sri
Maryati
|
(
)
|
|
|
6
|
Bendahara
II
|
Dra Umi
Murtini,MSi
|
(
)
|
|
KOPERASI PEGAWAI DUTA WACANA
NERACA GABUNGAN
PER DESEMBER 2014
NERACA GABUNGAN
PER DESEMBER 2014
|
Aktiva
|
Pasiva
|
|||||||||
|
Aktiva Lancar
|
|
|
|
|
|
KEWAJIBAN
|
|
|
|
|
|
1.Kas
|
|
|
|
|
|
|
Hutang Jangka Pendek
|
|
Rp
7.938.215
|
|
|
|
Kas Tunai
|
|
24.933.649
|
|
|
|
Tabungan suka rela
|
|
Rp
548.601.420
|
|
|
|
Kas Bank
|
|
Rp
92.895.771
|
|
|
|
Utang Bukopin
|
|
-
|
|
|
|
Total Kas
|
|
|
Rp117.829.420
|
|
|
Dana sosial
|
|
Rp
30.117.431
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dana pendidikan
|
|
Rp
30.527.431
|
|
|
2.Piutang
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Simpan Pinjam
|
Rp1.219.693.114
|
|
|
|
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
|
|
|||
|
|
Toko
|
|
Rp 116.073.870
|
|
|
|
Hutang UKDW
|
|
Rp
350.000.000
|
|
|
|
|
|
|
1.335.766.984
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Persediaan
|
|
|
Rp 46.648.700
|
|
|
MODAL
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Modal Toko
|
|
Rp
38.766.600
|
|
|
Aktiva tetap
|
|
|
|
|
|
Simpanan Pokok
|
|
Rp
25.400.000
|
|
|
|
|
|
Komputer,etalase,
|
Rp 12.255.755
|
|
|
Simpanan Wajib
|
|
Rp
134.501.000
|
|
|
|
|
|
Almari
|
|
|
|
Cadangan /modal sendiri
|
Rp
39.370.773
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
Hibah dariTeologi/UKDW
|
Rp
5.000.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Cadangan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Cadangan resiko
|
|
30.527.431
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SHU TH 14
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rugi laba
|
|
Rp
271.750.558
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
1.512.500.859
|
|
Jumlah
|
|
|
Rp
1.512.500.859
|
|
|
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
|
1
|
Ketua I
|
Wiwik Kus
lestari
|
(
)
|
|
|
2
|
Ketua II
|
Dra. Emy
Suryawati
|
(
)
|
|
|
3
|
Sekretaris
I
|
Agus
Kurnia
|
(
)
|
|
|
4
|
Sekretaris
II
|
Sutrisno
|
(
)
|
|
|
5
|
Bendahara
I
|
Sri
Maryati
|
(
)
|
|
|
6
|
Bendahara
II
|
Dra Umi
Murtini
|
(
)
|
|
ANGGARAN DAN
PENDAPATAN BELANJA
TAHUN 2015
TAHUN 2015
|
Kegitatan
|
Anggaran
|
Pendapatan
|
||
|
Pinjaman
Anggota
|
1.300.000.000
|
|||
|
Bunga
Pinjaman 9%
|
130.000.000
|
|||
|
Simpanan
wajib
|
17.000.000
|
|||
|
Simpanan
Pokok
|
2.500.000
|
|||
|
Tabungan
suka rela
|
600.000.000
|
|||
|
Pendapatan
Toko
|
200.000.000
|
|||
|
Modal
sepeda motor
|
50.000.000
|
|||
|
Pendapatan
dari usaha sepeda motor
|
1.000.000
|
|||
|
Pendapatan
Elektorini + pulsa
|
21.000.000
|
|||
|
Pendapatan
juice
|
20.000.000
|
|||
|
Pendapatan
lain -lain
|
3.000.000
|
|||
|
Total
anggaran dan pendapatan kotor
|
1.969.500.000
|
375.000.000
|
||
|
Biaya-biaya
|
||||
|
Rekrutmen
|
200.000
|
|||
|
Pembelian
barkot scener
|
3.000.000
|
|||
|
Pembelian
printer
|
13.000.000
|
|||
|
Penelitian
kebutuhan konsumen
|
2.000.000
|
|||
|
Pelatihan
pembukuan bagi
|
1.100.000
|
|||
|
anggota
dan pegawai toko
|
||||
|
Pembelian
alat tranportasi ( motor tosa)
|
15.000.000
|
|||
|
Pelatihan
kewirausahaan dan perencanaan keuangan
|
4.000.000
|
|||
|
Pelatihan
WEB
|
1.000.000
|
|||
|
Studi
banding
|
200.000
|
|||
|
Kartu
anggota
|
500.000
|
|||
|
Penyusutan
|
||||
|
Gaji
pegawai
|
60.000.000
|
|||
|
Administrasi
|
7.000.000
|
|||
|
Rapat-rapat
|
4.000.000
|
|||
|
Biaya RAT
Tahun 2015
|
27.000.000
|
|||
|
Total
biaya
|
115.000.000
|
|||
|
Yogyakarta,
13 Maret 2015
|
||||
|
1. Ketua
I :Wiwik
Kus Lestari
|
||||
|
2.
Ketua
:Dra.Emy Suryawati
|
||||
|
3.Sekretaris
I :Kurnia Agus P
|
||||
|
4.Sekretaris
II :Sutrisno
|
||||
|
5.Bendahara
I :Sri Maryati,B.Sc
|
||||
|
6.Bendahara
II :Dra.Umi Murtini,M.Si
|
||||
Laporan keuangan Koperasi
Pegawai Duta Wacana menunjukkan perhitungan pengalokasian pendapatan dan beban
serta anggaran dan pendapatan belanja yang dimiliki oleh koperasi pegawai duta
wacana. Dari Laporan keuangan tersebut dapat dianalisis akan produktifitas yang
dimiliki oleh koperasi dimasa yang akan datang.
Berdasarkan laporan keuangan
tersebut dapat kita simpulkan bahwa koperasi pegawai duta wacana cukup
produktif dalam menjalankan kegiatan koperasi. Sehingga koperasi pegawai duta
wacana dapat disebut sebagai salah satu koperasi yang cukup efektif dan mampu
berjalan dengan tantangan yang cukup sulit.
PERANAN
KOPERASI
Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 1992 koperasi merupakan badan usaha yang memiliki kedudukan di
wilayah negara Indonesia. Koperasi salah
satu organisasi bisnis yang dijalankan oleh orang seorang demi kepentingan
bersama.Berdasarkan peranan koperasi dalam bentuk pasar terdapat empat jenis
keadaan persaingan dalam koperasi yaitu pasar persaingan sempurna, pasar
monopolistic, pasar monopoli dan pasar oligopoly.
Pasar Persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna
merupakan bentuk pasar yang terdapat
banyak penjual dan pembeli sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam
membuat suatu inovasi serta dapat dijadikan sebagai kemampuan dalam
mengalokasikan sumber daya secara baik sehigga pasar persaingan
sempurnamerupakan bentuk pasar yang cukup tepat dalam sebuah koperasi.
Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar monopolistik ialah
pasar yang terdiri dari banyak penjual
dan pembeli akan tetapi produk yang ditawarkan bersifat heterogen (Beda corak)
atau disebut juga sebagai pasar persaingan. Sehingga penjual ataupun pembeli
bersaing untuk memperoleh kualitas yang terbaik.
Pada pasar persaingan
monopolistik memiliki daya tarik yang cukup baik dibandingkan pasar persaingan
sempurna. Karena pada pasar monopolistic memiliki keunggulan dalam hal
penampilan lebih baik dari pada pasar persaingan sempurna.
Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah salah
satu pasar dimana hanya ada satu perusahaan atau penjual dipasar sehingga tidak
ada pihak lain yang mampu menyainginya. Yang ditandai dengan produk yang dijual
tidak ada barang substitusinya.
Pasar
Oligopoli
Pasar Oligopoliadalah struktur pasar
dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar baik secara sendiri-sendiri maupun secara diam-diam bekerja sama. Pada
pasar Oligopoli terdapat dua strategi dasar untuk Koperasi yaitu strategi harga dan nonharga .
Berdasarkan pemaparan diatas
terdapat beberapa hal yang dapat bertahan dalam persaingan pasar yaitu
Kemampuan dalam menetapkan harga dandan struktur pasar yang dipilih. Akan
tetapi efesiensi dan kualitas juga ikut mempengaruhi persaingan.
Pada koperasi Pegawai Duta
Wacana merupakan koperasi yang masih bergantung pada pemerintah. Seringkali
Koperasi dijadikan sebagai alat atau wadah bagi masyarakat umum agar dapat
meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu pemenuhan kebutuhan juga salah satu
faktor pendorong timbulnya keinginan masyarakat.
Dilihat dari segi
produktifitas, koperasi pegawai duta wacana masih tergolong cukup baik dalam
menjalankan kegiatan usahanya. Akan tetapi keberadaannya masih perlu
upaya-upaya yang perlu ditingkatkan seiring dengan tuntutan mengikuti perubahan
lingkungan dunia usaha yang berubah mengikuti proses globalisasi dan akan
berpengaruh pada hubungan ekonomi masyarakat.
PEMBANGUNAN
KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG
Pembangunan
Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia )
Kendala yang dihadapi masyarakat :
1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenaiKoperasi
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan
menciptakan 3 kondisi, yaitu :
a) Koqnisi
b) Apeksi
c) Psikomotor
3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi :
a) Ofisialisasi
b) De-ofisialisasi
c)Otonomisasi
4. Misi UU No.25 Tahun 1992
merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju,
adil,makmurberlandaskan Pancasila dan UUD1945.
Tahap I
Pemerintah mendukung perintisanpembentukan organisasi koperasi.
Pemerintah mendukung perintisanpembentukan organisasi koperasi.
Tahap II
Melepaskan ketergantungan kepada sponsor danpengawasan teknis, manajemen dankeuangan secaralangsung dari pemerintah dan atau organisasiyangdikendalikan olehpemerintah.
Melepaskan ketergantungan kepada sponsor danpengawasan teknis, manajemen dankeuangan secaralangsung dari pemerintah dan atau organisasiyangdikendalikan olehpemerintah.
Tahap III
Perkembangan koperasi sebagai organisasikoperasi yang mandiri.
Perkembangan koperasi sebagai organisasikoperasi yang mandiri.
Mengacu pada pembahasan diatas tahapan pengembangan koperasi Pegawai Duta
Wacana juga melalui tahapan-tahapan yang cukup lama. Sehingga akta pendirian
koperasi bertindak atas kuasa rapat pendirian koperasi pegawai universitas
Kristen duta wacana pada hari selasa 1
agustus 1995. Hingga sampai sekarang koperasi pegawai duta wacana masih berdiri
dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi.
Referensi :
Sitio, A.
& Tamba, H. (2001) Koperasi: Teori dan Praktik. Jakarta : Erlangga.
Bahan ajar ekonomi
koperasi.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar