Cadangan Menumpuk, Harga Nikel Jatuh
20 Mei 2015 | 6:22
London, TAMBANG. HARGA nikel
mencatat penurunan terendah dalam satu hari, Selasa kemarin, setelah terungkap
data melimpahnya stok di gudang pembeli. Harga nikel di Bursa Logam London
untuk penyerahan tiga bulan ke depan ditutup pada $13.090 per ton, turun 4,8%.
Sebelumnya, pada hari itu harga sempat menyentuh $13.040, turun lebih dari 5%,
persentase penurunan terbesar dalam satu hari sejak Mei 2014.
Stok nikel di gudang pembeli terus bertambah, akan tetapi harga nikel jatuh. sementara stok di gudang harus dikurangi.
Jumlah cadangan nikel mencapai rekor
baru, 444.936 ton, mengganggu kinerja harga nikel yang cenderung naik setelah
Indonesia menerapkan kebijakan larangan ekspor mineral mentah, mulai Januari
2014.
diperkirakan Nikel punya peluang untuk jatuh
hingga $12.900.
Harga semua enam logam dasar yang
diperdagangkan di Bursa Logam London melemah, menghentikan kenaikan
terus-menerus hingga 13%, yang dicapai selama tujuh pekan terakhir.
Pasar logam dasar terkoreksi.
Kenaikan terakhir itu terjadi karena spekulasi, dan harganya melebihi dari
seharusnya.hal ini diperkirakan akan terus turun dalam jangka pendek ini.dan juga diperkirakan harga nikel akan di bawah $13.000 per
ton.
Harga dollar yang terus melambung
juga menjadi salah satu faktor menurunnya harga komoditi. Dollar yang tinggi
membuat harga komoditi menjadi mahal bagi produsen yang menggunakan valuta
lain.
Harga euro melemah setelah seorang
pejabat Bank Sentral Eropa mengatakan bahwa pihaknya mungkin memangkas suku
bunga surat utang eurobond. Faktor lain adalah data ekonomi Amerika Serikat
yang menjanjikan, membuat dollar menguat.
Harga tembaga turun 2,5% menjadi
$6.220, terendah dalam tiga pekan terakhir, penurunan paling tajam sejak
Januari.
Harga aluminium untuk penyerahan
tiga bulan ke depan turun 1,7% mencapai $1.790, terendah dalam tiga pekan,
setelah terungkap stok yang melimpah.
Harga seng turun 2,3% mencapai
$2.228. Sementara timbal jatuh 1,5% menjadi $1.937, terendah sejak 9 April.
Yang bernasib baik adalah timah.
Harganya ditutup naik 0,8% menjadi $16.000, setelah Indonesia, produsen
terbesar timah olahan, mengumumkan kebijakan ekspor yang lebih ketat.
Sumber : www.pertambangan.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar