Minggu, 26 April 2015

ANALISIS JURNAL LAPORAN KEUANGAN

BAB I

A. LATAR BELAKANG
Perusahaan secara periodik selalu mengeluarkan laporan keuangan yang dibuat oleh bagian akuntan dan diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya pemerintah, kreditor, pemilik perusahaan dan pihak manajemen sendiri. Selanjutnya, pihak-pihak tersebut akan melakukan pengolahan data dengan melakukan perhitungan lebih lanjut untuk mengetahui apakah perusahaan telah mencapai standar kinerja yang dipersyaratkan atau belum.
Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam menilai perkembangan perusahaan, dapat juga digunakan untuk menilai prestasi yang dicapai perusahaan pada saat lampau, sekarang dan rencana pada waktu yang akan datang. Laporan keuangan umumnya disajikan untuk memberi informasi mengenai posisi-posisi keuangan, kinerja dan arus kas suatu perusahaan dalam periode tertentu. Informasi tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan. Penilaian tingkat keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Untuk mengetahui apakah laporan keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik dapat dilakukan berbagai analisa, salah satunya adalah analisis rasio. Analisis rasio keuangan membutuhkan laporan keuangan selama sedikitnya 2 (dua) tahun terakhir dari berjalannya perusahaan.

B. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT. ABCD Tbk. ditinjau dari analisis rasio keuangan.


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
a. Sumber data
·         Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder dapat didefinisikan sebagai “data yang dikumpulkan oleh pihak lain”Data dalam penelitian ini, data sekunder berupa dokumen yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia malalui internet yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan pada perusahaan PT. ABCD Tbk. tahun 2009 sampai dengan bulan juni tahun 2012.
·         Metode Analisis
Metode analisa yang digunakan adalah metode analisa horizontal. A menyatakan metode analisa horizontal yaitu membandingan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode satu ke periode yang lain. B, dikutip dalam C menyatakan dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan-kemajuan perusahaan, faktor-faktor utama


b. Variabel atau objek data
Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian A. objek dalam penelitian ini adalah semua laporan keuangan perusahaan PT. ABCD. Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi.
 Jenis penelitian yang dilakukan berupa studi deskriptif yang meliputi pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian. (A:2009)
Penelitian ini dilaksanakan pada kantor AB Manado yang bertempat di jalan sehari blok A no.41, Sulawesi. Proses Penelitian dilakukan pada bulan Januari- Maret 2013.

c. Alat analisis
Dalam penelitian ini sampel yang di ambil yaitu laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan selama tiga tahun terakhir di tambah dengan laporan pada tengah tahun, laporan keuangan PT. ABCD tahun 2009, tahun 2010, tahun 2011 dan laporan keuangan bulan juni tahun 2012.

BAB IV

ANALISIS

1. Rasio Likuiditas
Ditinjau dari rasio likuiditas secara keseluruhan keadaan perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal ini dapat kita lihat pada rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas bahwa pada dasarnya mengalami kenaikan. Semakin tinggi atau besarnya nilai rasio likuiditas ini menandakan bahwa keadaan perusahaan berada dalam kondisi baik atau liquid. Liquid yaitu keadaan dimana perusahaan dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik karena mampu melunasi kewajiban jangka pendek.
2. Rasio Solvabilitas
Untuk rasio hutang atas modal, keadaan perusahaan sangatlah mengkhawatirkan. Hal ini dapat dilihat pada nilai rasio yang dialami oleh perusahaan, yaitu berkisar pada 69,3% sampai 130,81%. Semakin tinggi nilai rasio ini akan semakin buruk kinerja perusahaan. Untuk nilai 69,3% terjadi pada tahun 2009, selanjutnya naik menjadi 100,9% pada tahun 2010. Ini berarti pada tahun 2010 modal perusahaan sudah tidak lagi mencukupi untuk menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur. Begitu juga yang dialami perusahaan pada pertengahan tahun 2012. Hal ini sangatlah tidak baik bagi keadaan perusahaan. Untuk hal ini perusahaan berada pada posisi insolvable yaitu keadaan dimana kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya secara tepat waktu berada dalam posisi bermasalah bahkan cenderung tidak tepat waktu.

3. Rasio Aktivitas
Semakin kecil rasio ini, maka akan semakin buruk. Setiap tahunnya perusahaan ini mengalami kenaikkan, ini berarti bahwa perusahaan bekerja secara efisien dan likuid. Secara keseluruhan, untuk rasio aktivitas pada dasarnya keadaan perusahaan masih dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat pada keempat rasio aktivitas menunjukkan adanya peningkatan di setiap tahun.
4. Rasio Profitabilitas
Semakin besar rasio ini akan semakin baik bagi kinerja perusahaan. Secara keseluruhan, untuk rasio profitabilitas ini perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal ini dapat kita lihat pada peningkatan yang ada dalam data rasio profitabilitas. Peningkatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan laba setiap tahun semakin meningkat.

BAB V

KESIMPULAN

1. Rasio likuiditas perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal ini dapat dilihat pada rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas bahwa pada dasarnya mengalami kenaikan. Semakin tinggi atau besarnya nilai rasio likuiditas, menandakan keadaan perusahaan berada dalam kondisi liquid.
2. Rasio solvabilitas perusahaan berada pada posisi insolvable. Hal ini dapat dilihat pada rasio solvabilitas keadaan modal perusahaan tidak mencukupi untuk menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur.
3. Rasio aktivitas perusahaan dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat pada keempat rasio aktivitas menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun.
4. Rasio profitabilitas perusahaan dalam posisi yang baik. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan rasio profitabilitas, hal ini menunjukkan keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan laba setiap tahun semakin meningkat.



Sumber :
http://threeminarti.blogspot.com/2014/03/review-jurnal-analisis-laporan-keuangan.html?m=1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar