BAB I
A. LATAR
BELAKANG
Perusahaan
secara periodik selalu mengeluarkan laporan keuangan yang dibuat oleh bagian
akuntan dan diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya
pemerintah, kreditor, pemilik perusahaan dan pihak manajemen sendiri.
Selanjutnya, pihak-pihak tersebut akan melakukan pengolahan data dengan
melakukan perhitungan lebih lanjut untuk mengetahui apakah perusahaan telah
mencapai standar kinerja yang dipersyaratkan atau belum.
Laporan
keuangan merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam menilai
perkembangan perusahaan, dapat juga digunakan untuk menilai prestasi yang
dicapai perusahaan pada saat lampau, sekarang dan rencana pada waktu yang akan
datang. Laporan keuangan umumnya disajikan untuk memberi informasi mengenai
posisi-posisi keuangan, kinerja dan arus kas suatu perusahaan dalam periode
tertentu. Informasi tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi sebagian besar
kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan.
Penilaian tingkat keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis
laporan keuangan perusahaan. Untuk mengetahui apakah laporan keuangan
perusahaan dalam kondisi yang baik dapat dilakukan berbagai analisa, salah
satunya adalah analisis rasio. Analisis rasio keuangan membutuhkan laporan
keuangan selama sedikitnya 2 (dua) tahun terakhir dari berjalannya perusahaan.
B. TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT. ABCD Tbk. ditinjau
dari analisis rasio keuangan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
a. Sumber data
·
Metode Pengumpulan Data
Sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder
dapat didefinisikan sebagai “data yang dikumpulkan oleh pihak lain”Data dalam
penelitian ini, data sekunder berupa dokumen yang diperoleh dari Bursa Efek
Indonesia malalui internet yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang
digunakan pada penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan pada perusahaan
PT. ABCD Tbk. tahun 2009 sampai dengan bulan juni tahun 2012.
·
Metode Analisis
Metode
analisa yang digunakan adalah metode analisa horizontal. A menyatakan metode
analisa horizontal yaitu membandingan laporan keuangan untuk beberapa periode.
Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode satu
ke periode yang lain. B, dikutip dalam C menyatakan dalam menganalisa dan
menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan-kemajuan perusahaan,
faktor-faktor utama
b.
Variabel atau objek data
Populasi
adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek,
transaksi, atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau
menjadi objek penelitian A. objek dalam penelitian ini adalah semua laporan
keuangan perusahaan PT. ABCD. Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset)
dari unit populasi.
Jenis penelitian yang dilakukan berupa studi
deskriptif yang meliputi pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau menjawab
pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian. (A:2009)
Penelitian
ini dilaksanakan pada kantor AB Manado yang bertempat di jalan sehari blok A
no.41, Sulawesi. Proses Penelitian dilakukan pada bulan Januari- Maret 2013.
c. Alat analisis
Dalam
penelitian ini sampel yang di ambil yaitu laporan keuangan perusahaan yang
diterbitkan selama tiga tahun terakhir di tambah dengan laporan pada tengah
tahun, laporan keuangan PT. ABCD tahun 2009, tahun 2010, tahun 2011 dan laporan
keuangan bulan juni tahun 2012.
BAB
IV
ANALISIS
1. Rasio
Likuiditas
Ditinjau
dari rasio likuiditas secara keseluruhan keadaan perusahaan berada dalam
keadaan yang baik. Hal ini dapat kita lihat pada rasio lancar, rasio cepat dan
rasio kas bahwa pada dasarnya mengalami kenaikan. Semakin tinggi atau besarnya
nilai rasio likuiditas ini menandakan bahwa keadaan perusahaan berada dalam
kondisi baik atau liquid. Liquid yaitu keadaan dimana perusahaan
dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik karena mampu melunasi kewajiban jangka
pendek.
2. Rasio
Solvabilitas
Untuk rasio
hutang atas modal, keadaan perusahaan sangatlah mengkhawatirkan. Hal ini dapat
dilihat pada nilai rasio yang dialami oleh perusahaan, yaitu berkisar pada
69,3% sampai 130,81%. Semakin tinggi nilai rasio ini akan semakin buruk kinerja
perusahaan. Untuk nilai 69,3% terjadi pada tahun 2009, selanjutnya naik menjadi
100,9% pada tahun 2010. Ini berarti pada tahun 2010 modal perusahaan sudah
tidak lagi mencukupi untuk menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur. Begitu
juga yang dialami perusahaan pada pertengahan tahun 2012. Hal ini sangatlah
tidak baik bagi keadaan perusahaan. Untuk hal ini perusahaan berada pada posisi
insolvable yaitu keadaan dimana kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang-hutangnya secara tepat waktu berada dalam posisi bermasalah bahkan
cenderung tidak tepat waktu.
3. Rasio
Aktivitas
Semakin
kecil rasio ini, maka akan semakin buruk. Setiap tahunnya perusahaan ini
mengalami kenaikkan, ini berarti bahwa perusahaan bekerja secara efisien dan likuid.
Secara keseluruhan, untuk rasio aktivitas pada dasarnya keadaan perusahaan
masih dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat pada keempat rasio aktivitas
menunjukkan adanya peningkatan di setiap tahun.
4. Rasio
Profitabilitas
Semakin
besar rasio ini akan semakin baik bagi kinerja perusahaan. Secara keseluruhan,
untuk rasio profitabilitas ini perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal
ini dapat kita lihat pada peningkatan yang ada dalam data rasio profitabilitas.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan
laba setiap tahun semakin meningkat.
BAB V
KESIMPULAN
1.
Rasio likuiditas perusahaan berada dalam keadaan yang baik. Hal ini dapat
dilihat pada rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas bahwa pada dasarnya
mengalami kenaikan. Semakin tinggi atau besarnya nilai rasio likuiditas,
menandakan keadaan perusahaan berada dalam kondisi liquid.
2.
Rasio solvabilitas perusahaan berada pada posisi insolvable. Hal ini dapat
dilihat pada rasio solvabilitas keadaan modal perusahaan tidak mencukupi untuk
menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur.
3.
Rasio aktivitas perusahaan dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat pada keempat
rasio aktivitas menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun.
4.
Rasio profitabilitas perusahaan dalam posisi yang baik. Hal ini dapat dilihat pada
peningkatan rasio profitabilitas, hal ini menunjukkan keberhasilan perusahaan
untuk menghasilkan laba setiap tahun semakin meningkat.
Sumber
:
http://threeminarti.blogspot.com/2014/03/review-jurnal-analisis-laporan-keuangan.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar